MEMBANGUN HARMONI MELALUI BUDAYA AKADEMIK YANG INKLUSIF DAN KOLABORATIF
https://jilanfakhirah.blogspot.com Kampus seperti mozaik yang hidup dan tempat mahasiswa dari beragam suku, agama, dan cara berpikir berkumpul dan bersama-sama membentuk sebuah ruang yang dinamis. Keharmonisan di kampus bukan berarti semua orang harus sama, tapi justru terletak pada bagaimana perbedaan dihargai dan dijadikan kekuatan bersama. Di sinilah pentingnya membangun budaya akademik yang inklusif dan mendorong kolaborasi. Budaya inklusif berarti menciptakan lingkungan kampus yang bukan sekadar terbuka, tapi juga nyaman dan ramah bagi siapa pun, tanpa memandang latar belakang atau kondisi masing-masing. Contohnya, keberadaan Unit Layanan Disabilitas (ULD) yang didukung oleh regulasi seperti Permendikbudristek No. 48 Tahun 2023, menunjukkan upaya serius dalam menyediakan akses pendidikan yang setara. Meski begitu, tantangan masih ada mulai dari minimnya fasil...